KAS (CASH)

Kas adalah harta perusahaan yang berupa uang tunai, cek dan bilyet giro maupun surat-surat lain yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran.

Pengendalian Intern terhadap Kas

Dalam suatu perusahaan harus ada Pengendalian Intern terhadap Kas, baik itu pengendalian terhadap pengeluaran maupun penerimaan kas, karena uang kas merupakan hal yang sangat sensitif, dan dapat dengan mudah disalahgunakan. Oleh karena itu, penerimaan, penyimpanan, serta pencatatan kas tidak boleh dilakukan oleh satu karyawan. Maka dalam setiap perhitungan harus ada kesesuaian antara saldo kas menurut bagian-bagian akuntansi yang dipisah.

Selisih Kas (Cash Short and Over)

Perlu diadakan pemeriksaan (Cash Stock Opname) terhadap Kas yang ada diperusahaan (Cash on Hand) antara yang bagian penyimpanan (kasir) dan pencatatan. Hal ini merupakan salah satu bentuk Pengendalian Intern Terhadap Penerimaan Kas. Contoh jika kas menurut catatan akuntansi sebesar Rp 5500, sedangkan menurut perhitungan kasir (pemegang uang) saldonya sejumlah Rp 5400, maka kas di catatan akuntansi harus dikurangi sebesar Rp 100, dengan jurnal:

Selisih Kas             Rp xxx

Kas                         Rp xxx

Sebaliknya bila uang menurut hasil stock opname lebih besar dari catatan, maka kas perusahaan menurut catatan akuntansi harus ditambah dengan membuat jurnal

Kas                         Rp xxx

Selisih kas             Rp xxx

Rekonsiliasi Bank

Rekonsiliasi bank merupakan salah satu alat untuk mengendalikan aliran kas perusahaan yang ada di bank (Cash In Bank), yaitu dengan cara menyeimbangkan hasil catatan akuntansi perusahaan dengan rekening koran yang diterima dari bank setiap akhir periode.

Berikut ini untuk menentukan harus ditambah atau dikurangkannya saldo kas menurut catatan perusahaan (P) maupun menurut catatan bank (B), jika saldo tidak sesuai.

Gambar

Contoh soal:

Pada tanggal 31 Maret 1993 Toko Didam menerima rekening koran dari Bank yang menunjukkan saldo kredit Rp. 2.270.000, sedangkan menurut catatan perusahaan menunjukkan saldo debet Rp. 2.150.000,. Perbedaan ini disebabkan:

  1. Bank telah menerima inkaso (tagihan) dari debitur Rp. 300rb dan bank membebani biaya administrasi Rp. 5rb serta bank memberikan jasa giro Rp. 15rb, sedangkan perusahaan belum mencatatnya.
  2. Bank telah menolak cek tidak cukup dana dari debitur Rp. 75.000
  3. Cek yang sudah ditarik perusahaan untuk bayar utang belum diuangkan oleh krediturnya (cek masih dalam peredaran) sejumlah Rp. 250.000
  4. Setoran uang oleh perusahaan ke bank (31 Maret) sebesar Rp. 400.000 belum dicatat di rekening koran
  5. Bank salah catat penerimaan dari perusahaan yang namanya sama Rp. 50rb
  6. Perusahaan telah melakukan penerimaan dari penjualan percek Rp. 110.000 tercatat Rp. 100.000
  7. Pemilik perusahaan belum mencatat pengambilan uang untuk keperluan pribadi dari bank Rp. 25.000

Diminta:

Buatlah rekonsiliasi bank bentuk horizontal dan ayat jurnal penyesuaian yang diperlukan oleh Toko Didam

Toko Didam

Rekonsiliasi Bank

31 Maret 1993

(Rp. 000)

Saldo Rekening Kas Di Bank

Penambahan (add)

Piutang

Jasa giro

Koreksi penjualan

 

 

Pengurangan (less)

Beban admin

Cek TCD

Cek ditempat

 

Saldo setelah penyesuaian

300

15

10

5

75

25

2.150

325

2.475

105

2.370

Saldo Rekening Koran

Penambahan (add)

Setoran dlm proses

 

 

 

 

Pengurangan (less)

Cek dlm peredaran

Salah catat penerimaan

 

 

Saldo setelah penyesuaian

250

50

2.270

400

2.670

300

2.370

 

Setelah itu dibuat jurnal penyesuaian

Ayat Jurnal penyesuaian:

Kas Dibank                           Rp. 325.000

Piutang Dagang                   Rp. 300.000

Pendapatan Bunga             Rp. 15.000

Penjualan                              Rp. 10.000

Beban Administrasi bank  Rp. 5.000

Piutang dagang                    Rp. 75.000

Prive                                       Rp. 25.000

Kas Dibank                           Rp. 105.000

 

Bentuk rekonsiliasi ada 2 macam yaitu bentuk horizontal dan vertical

Sistem Voucher (Voucher System)

Sistem voucher merupakan salah satu alat Pengendalian Pengeluaran Kas perusahaan, dimana semua pengeluaran kas harus dengan cek yang akan dikeluarkan berdasarkan voucher. Voucher bisa diartikan sebagai surat perintah untuk dikeluarkannya uang atau cek berdasarkan faktur pembelian. Dengan demikian pengeluaran cek harus berdasarkan voucher yang sudah dibuat, sedangkan yang belum ada vouchernya tidak dapat dibuatkan cek untuk dikeluarkan. Dalam penggunaan sistem voucher ini, transaksi-transaksi keuangan yang menyangkut pembelian dicatat dalam register voucher (buku voucher) dan pengeluaran dengan cek dicatat dalam register check (daftar cek) berdasarkan register voucher.

Contoh soal dengan sistem voucher:

  1. Dibeli perlengkapan dari toko Didam sebesar Rp. 2.000.000 (11/4)
  2. Dibayar utang kepada toko Didam dan mendapatkan potongan 2% (13/4)
  3. Dbibayar ongkos angkut sebesar Rp. 10.000 (12/4)

Jawab: gambar sistemvoucher

Jurnal di register voucher

a. Pembelian                                 Rp. 2.000.000

Utang Voucher

c. Beban Angkut Pembelian              Rp. 10.000

Utang Voucher                                     Rp. 10.000

Jurnal di register check:

a. Utang Voucher                        Rp. 2.000.000

Kas                                                         Rp. 1.960.000

Potongan Pembelian                           Rp. 40.000

c. Utang Voucher                         Rp. 10.000

Kas                                                         Rp. 10.000

Register Voucher

Tgl

No.

Voucher

Ket

Pembayaran

Serba-Serbi

(D)

Pembelian

(D)

Hutang

Voucher

(K)

No. Cek

Tgl. Bayar

11/4

12/4

361

14n

Toko Didam

Beban Angkut

123

124

13/4

12/4

 

Rp. 10.000

Rp. 2.000.000 Rp. 2jt

Rp. 10rb

 

Register Check

Tgl

Ket

No. Cek

No. Voucher

Hutang

Voucher (D)

Pot. Pemb

(K)

Bank

(K)

12/4

13/4

Biaya Angkut

Toko didam

124

123

361

14n

Rp. 10rb

Rp. 2jt

 

Rp. 40rb

Rp. 10rb

Rp. 1.960.000

 

Dana Kas Kecil (Petty Cash Fund)

Kas kecil merupakan kas yang jumlahnya sedikit didalam perusahaan, biasanya digunakan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya kecil, dan biasanya dibatasi besarnya. Misalnya Kas Kecil suatu perusahaan digunakan untuk membiayai pengeluaran yang besarnya kurang dari Rp 100.000,-. Pencatatan kas kecil ada dua sistem yaitu: sistem dana tetap dan sistem dana tidak tetap.

Contoh:

01/02 PT Gie membentuk kas kecil yang diberikan kepada pemegang kas kecil sebesar Rp. 100.000,-

Pengeluaran yang terjadi selama bulan Februari

  1. Untuk pembelian materai Rp. 5.000
  2. Untuk pembelian perlengkapan Rp. 17.500
  3. Untuk pembayaran ongkos angkut pembelian Rp. 25.000
  4. Untuk pembayaran iklan di surat kabar harian Rp. 10.000
  5. Untuk pembelian materai Rp. 5.000
  6. Untuk pembelian perlengkapan Rp. 12.500
  7. Untuk pembelian peralatan Rp. 20.000
  8. Bagian keuangan menerima laporan kas kecil dari pemegangnya dan mengisi kembali Rp. 95.000

Diminta:

  1. Buatlah buku kas kecil
  2. Buatlah jurnal bila menggunakan: metode dana tetap dan metode dana tidak tetap

Jawab:

This entry was published on October 3, 2012 at 2:42 am. It’s filed under Akuntansi (Accounting), For Class and tagged . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Speak Your Mind

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: