Kelemahan Metodologis Pendapatan Perkapita

Kelemahan Metodologis Pendapatan Perkapita

Secara lebih khusus, nilai pendapatan perkapita sebagai indeks untuk menunjukkan perbandingan tingkat kesejahteraan dan jurang (gap) tingkat kesejahteraan antar masyarakat mempunyai kelemahan. Kelemahan itu timbul karena perbandingan dengan cara demikian mengabaikan adanya perbedaan-perbedaan antara negara dalam hal-hal sebagai berikut. Struktur umur, distribusi pendapatan masyarakat nasional, metode perhitungan pendapatan dan perbedaan nilai mata uang (kurs) dengan mata uang dollar Amerika Serikat.

Di NSB biasanya proporsi penduduk dibawah umur dan orang usia muda lebih tinggi daripada dinegara-negara maju. Dengan demikian, perbandingan pendapatan disetiap keluarga di kedua kelompok negara itu tidak seburuk seperti digambarkan oleh pendapatan perkapita mereka. Misalnya keluarga pak amir terdiri dari 5 orang pendapatan US S 900 dan keluarga pak Badu terdiri dari 3 anggota keluarga dengan pendapatan US S 600. Meskipun pendapatan perkapita keluarga pak amir lebih rendah dari pendapatan perkapita keluarga pak Badu, sangat mungkin keluarga pak Amir mempunyai tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi ketimbang keluarga pak Badu. Ini disebabkan oleh beberapa jenis pengeluaran seperti rekening air dan listrik, perumahan, majalah dan surat kabar, serta barang-barang lain yang digunakan secara bersama-sama tidak banyak berbeda diantara kedua keluarga tersebut.

Selain tingkat pendapatan itu sendiri, distribusi pendapatan merupakan faktor penting lainnya yang menentukan kesejahteraan masyarakat. Faktor ini sering tidak diperhatikan dalam membandingkan tingkat kesejahteraan masyarakat dan perubahannya dari waktu ke waktu jika indeks yang digunakan adalah tingkat pendapatan perkapita. Berdasarkan pengalaman sejarah negara-negara maju, pada tingkat awal pembangunan ekonomi distribusi pendapatan ini akan buruk, tetapi pada akhirnya distribusi pendapatan itu menjadi semakin baik. Namun demikian pengalaman sejarah negara-negara maju tersebut tidaklah dialami oleh NSB. Perkembangan dibanyak NSB menunjukkan bahwa dalam proses pembangunan tersebut justru distribusi pendapatannya menjadi lebih tidak merata.

Keadaan diatas menimbulkan ketidakpuasan terhadap usaha-usaha pembangunan di beberapa NSB, karena usaha-usaha pembangunan tersebut dianggap hanya menguntungkan sebagian kecil anggota masyarakat. Hal tersebut berarti menunjukkan bahwa tujuan pembangunan ekonomi belum tercapai sepenuhnya.

Untuk melihat perbandingan GNP perkapita menurut Kurs pasar dengan GNP perkapita menurut kurs daya (purchasing power parity), bisa dilihat pada table 2.1 dibawah ini :

Table 2.1

Perbandingan per kapita kurs pasar dan menurut varietas daya beli (purchasing power variety) beberapa negara terpilih 1997

Negara menurut kurs pasar 1997 GNP/kapita/tahun menurut PPP US S GNP/Kapita/ tahun US S
Negara-negara Asean

–          Kamboja

–          Vietnam

–          Indonesia

–          Philipina

–          Thailand

–          Malaysia

–          Brunai

–          Singapura

Newly Industrializing Countries

–          Korea Selatan

–          Hongkong

–          Singapur

Negara Maju/Industri

–          Canada

–          Italia

–          Australia

–          Inggris

–          Belanda

–          Jerman

–          Amerika Serikat

–          Jepang Swiss

 

300 (115)

320 (114)

1.110  (75)

1.220 (71)

2.800 (50)

4.800 (35)

25.090

32.940 (4)

 

 

(25)

25.280 (13)

32.940 (4)

 

19.290 (18)

20.120 (17)

20.540 (16)

20.710 (15)

25.820 (12)

28.260 (7)

28.740 (6)

37.850 (2)

44.320 (1)

 

n.a

1.670 (91)

3.450 (67)

3.670 (63)

6.590 (41)

10.920 (29)

n.a

29.000 (1)

 

 

13.500 (24)

24.540 (4)

29.000 (1)

 

21.860 (10)

20.060 (16)

20.170 (15)

20.520 (14)

21.340 (12)

21.300 (13)

28.740 (2)

23.400 (6)

26.320 (3)

Keterangan      : angka () menunjukkan peringkat di dunia

n.a = not available (tidak tersedia)

sumber            : world bank, world development report 1998/1999, oxford university pree 1999

Pada table 2.1 diatas tampak bahwa ; diantara 5 negara ASEAN terbesar, Indonesia mempunyai GNP/kapita paling rendah, baik dari segi GNP/kapita menurut kurs pasar maupun menurut kurs varietas daya beli. Sementara singapura yang merupakan negara terkecil di ASEAN yang jumlah penduduknya hanya 3juta orang, mempunyai tingkat pendapatan perkapita tertinggi yaitu USS 32.940

Pola Pengeluaran masyarakat di berbagai NSB kadang-kadang sangat berbeda dan perbedaan ini menyebabkan dua negara yang pendapatan perkapitanya sama, belum tentu menikmati tingkat kesejahteraan yang sama. Misalnya dua orang yang berpendapatan sama, tetapi salah seorang diantaranya harus mengeluarkan ongkos angkutan yang lebih tinggi untuk pergi ketempat kerja, harus berpakaian necis dan sebagainya, maka tidak dapat dikatakan bahwa kedua orang tersebut mempunyai tingkat kesejahteraan yang sama tingginya.

Perbedaan Iklim juga menimbulkan perbedaan pola pengeluaran masyarakat di negara-negara maju dan NSB. Masyarakat di negara maju harus mengeluarkan uang yang lebih banyak untuk mencapai suatu tingkat kesejahteraan yang sama dengan NS. Seperti diketahui kebanyakan negara maju beriklim dingin dari NSB. Oleh karena itu penduduknya harus mengeluarkan uang yang lebih banyak untuk menikmati suatu kehidupan yang sama yang bisa dinikmati oleh NSB.

Komposisi (struktur) Produksi Nasional yang berbeda juga akan mempengaruhi tingkat kesejahteraan dua masyarakat yang mempunyai pendapatan perkapita yang sama. Suatu masyarakat akan menikmati tingkat kesejahteraan yang lebih rendah jika proporsi pendapatan nasional (pengeluaran 0 yang digunakan untuk anggaran pertahanan dan pembentukan modal (capital formation) lebih tinggi dari pada negara lain yang pendapatan perkapitanya sama.

Metode perhitungan pendapatan nasional ini bersifat agregatif sehingga tidak dapat menunjukkan perubahan-perubahan serta distribusi antar sektor. Seperti misalnya, jika sektor pertanian merupakan 50% dari GNP dan sektor non-pertanian juga 50% dari GNP, maka jika GNP tumbuh dengan 10% per tahun, kemungkinan distribusinya dapat :

SEKTOR Presentase Kenaikan Sektoral
A B C D
Pertumbuhan sektor Pertanian

Pertumbuhan sektor non-pertanian

5

5

4

6

2

8

0

10

 

Kombinasi D menunjukkan adanya kemandegan (stagnasi) di sektor pertanian. Keadaan ini bisa menujukkan bahwa pembangunan di sektor pertanian mengalami kegagalan. Padahal seperti diketahui sebagian besar penduduk di NSB hidup dari sektor pertanian. Keadaan ini pada akhirnya akan mengakibatkan tingkat kesejahteraan penduduk di sektor tersebut semakin buruk.

Masih berkaitan dengan metode perhitungan pendapatan nasional adalah ada anggapan bahwa harga pasar dapat menggambarkan nilai sosial dari suatu barang. Kenyataan tersebut tidak selalu benar (harga pasar = nilai sosial suatu barang) karena adanya ketidaksempurnaan pasar sebagai akibat dari : misalnya adanya produksi yang tidak dipasarkan. Keadaan ini sering tampak dipedesaan : petani yang menghasilkan produk kemudian produk tersebut dikonsumsi sendiri. Hal ini tentu saja akan mengurangi jumlah pendapatan nasional yang sebenarnya, yang pada akhirnya akan merendahkan pendapatan perkapita.

Akhirnya sampailah kita pada masalah perbedaan mata uang sendiri maupun dalam mata uang dollar Amerika Serikat. Perbandingan pendapatan perkapita antara negara-negara maju dan NSB selalu mencerminkan tingkat kesejahteraan yang jauh lebih besar daripada yang sebenarnya yang terjadi di dua kelompok negara tersebut.

Di NSB terdapat banyak kemungkinan yang menyebabkan taksiran nilai pendapatan perkapita mereka lebih rendah dari yang sebenarnya (seperti telah disinggung dimuka). Sebagai akibat lebih lanjut, berdasarkan perbandingan pendapatan perkapita, maka jurang (gap) antara mereka dan negara-negara maju adalah lebih besar dari yang sebenarnya.

Usher (1963) telah mengestimasi bahwa perbandingan pendapatan perkapita antara Inggris dan Thailand adalah 13,06 jika pendapatan nasional Thailand dalam mata uangnya sendiri (baht) dikonversikan terhadap poundsterling pada tingkat kurs yang berlaku. Namun demikian, jika pendapatan Inggrus dan Thailand dinilai secara langsung pada tingkat harga-harga Thailand maka perbandingan itu hanya 6,27 dan jika pendapatan kedua itu dinilai pada tingkat harga-harga Inggris maka perbandingan itu akan turun lagi menjadi 2,76.

Sementara itu Milikan (1950) telah melakukan pula perhitungan kembali pendapatan perkapita di Asia Timur Tengah pada permulaan tahun 1950-an. Menurut perhitungan cara biasa, pendapatan perkapita daerah tersebut adalah USS 58, tetap menurut taksiran Milikan, daerah itu pendapatan perkapitanya mencapai USS 195. Untuk daerah Afrika dengan cara perhitungan biasa, nilai pendapatan perkapita daerah tersebut adalah USS 48. Setelah ditaksir kembali ternyata nilai sebenarnya adalah USS 117. Selain itu dari hasil analisis Gilber dan Kravis dibuktikan pula bahwa jurang tingkat kesejahteraan yang sebenarnya terdapat diantara berbagai negara di Eropa di satu pihak, dan Amerika Serikat di lain pihak adalah lebih kecil daripada perbedaan yang ditunjukkan oleh perbandingan tingkat pendapatan perkapita mereka.

Penaksiran yang salah dari tingkat pendapatan perkapita NSB itu disebabkan oleh ketidaksempurnaan dalam perhitungan pendapatan nasional dan pendapatan perkapita itu sendiri. Ketidaksempurnaan itu disebabkan oleh adanya masalah dalam menentukan jenis-jenis kegiatan yang dimaksud dalam pendapatan nasional dan adanya kesulitan dalam menukar pendapatan perkapita dalam mata uang negara yang bersangkutan dalam mata uang dollar.

Kesulitan dalam menentukan jenis-jenis kegiatan yang dimaksud dalam pendapatan nasional adalah biasanya termasuk kedalam perhitungan adalah yang hasilnya dijual kepasar. Hal ini berarti pemilik barang dan jasa memperoleh bayaran dari penjualan barang dan jasanya. Padahal di NSB banyak sekali kegiatan yang seharusnya bisa dinilai-tidak dihitung, misalnya mengerjakan sendiri pekerjaan-pekerjaan dirumah.

Kesulitan menukar pendapatan perkapita dari mata uang sendiri kedalam mata uang dollar ini bersumber dari adanya nilai tukar resmi mata uang suatu negara dengan negara lain tidak mencerminkan adanya perbandingan harga dikedua negara tersebut.

This entry was published on October 19, 2012 at 3:46 am. It’s filed under For Class and tagged . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Speak Your Mind

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: