Pembenaran atas Perilaku Tidak Etis

  • Semua Orang Melakukannya. Alasan yang mendasari bahwa memalsukan pajak, berlaku curang saat ujian, atau menjual produk yang cacat merupakan tindakan yang dapat diterima, umumnya berdasarkan alasan bahwa semua orang juga melakukan hal itu, sehingga perilaku tersebut dapat diterima.
  • Jika Ini Legal, Maka Ini Etis. Menggunakan argument yang mengatakan bahwa semua perilaku legal merupakan perilaku yang etis, sangat bergantung pada kesempurnaan hukum. Berdasarkan filosofi ini, seseorang tidak akan memiliki kewajiban untuk mengembalikan barang yang hilang, kecuali jika ada orang lain dapat membuktikan bahwa barang itu adalah milik orang tersebut.
  • Kemungkinan Terbongkar dan Konsekuensi. Filosofi ini bergantung pada evaluasi kemungkinan bahwa orang lain akan membongkar perilaku tersebut. Biasanya orang tersebut juga akan menilai keparahan dari hukuman (konsekuensi) yang akan dihadapi jika perilaku tidak etis tersebut terbongkar.
This entry was published on November 21, 2012 at 2:20 am. It’s filed under For Class and tagged , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Speak Your Mind

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: