Produksi Dan Faktor-Faktor Produksi

PRODUKSI DAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI

Sebagaimana diketahui bahwa suatu barang sebagai alat pemuaskebutuhan manusia tidak begitu saja menjadi barang jadi, tetapi sebelumnya ada proses dari bahan mentah atau bahan yang kurang berguna menjadi barang yang berguna sebagai alat pemuas kebutuhan.

Jika dilihat dari asalnya, maka barang dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu :

  1. Barang mentah;
  2. Barang setengah jadi; dan
  3. Barang jadi.

Sebagai barang mentah berarti bagi manusia kurang nilainya sebagai alat pemuas kebutuhan. Setelah diproses, maka bahan mentah tersebut menjadi barang setengah jadi atau barang jadi, yang mempunyai nilai lebih daripada sewaktu masih bahan mentah. Di sinilah bahan mentah tersebut mengalami apa yang disebut proses produksi. Apa seenarnya arti produksi tersebut dan apa pula hal-hal yang terkait dengan masalah produksi ini?

  1. Arti produksi (menurut R. Djoerban Wachid, S.H)
    1. Pengertian sehari-hari

Produksi berarti hasil barang jasmani yang diperdagangkan dipasar.

  1. Pengertian ekonomi

Produksi adalah tiap-tiap perbuatan yang menjadikan barang dapat lebih sempurna untuk memenuhi kebutuhan manusia; atau tiap-tiap perbuatan yang menciptakanatau menambah nilai suatu barang.

Menurut Dr. winardi, S.E. produksi adalah penciptaan benda-benda atau jasa-jasa secara langsung atau secara tidak langsung dapat memenuhi kebutuhan manusia.

Sedangkan menurut Sloan dan Zurcher yang dikutip Dr. Winardi, S.E. produksi adalah proses untuk memperbesar kapasitas benda-benda, memenuhi keinginan manusia atau untuk menyelenggarakan jasa-jasa yang memenuhi keinginnan manusia.

>> produksi ialah setiap kegiatan atau usaha manusia untuk menambah atau mempertinggi nilai dan guna suatau benda sehingga dapat memenuhi kebutuhan manusia

  1. Faktor-faktor produksi

Faktor-faktor produksi merupakan komponen ekonomis yang tersedia atau terdapat dalam masyarakat untuk melakukan pengolahan barang-barang dan jasa-jasa.

  1. Faktor alam

Alam merupakan ciptaan Tuhan YME sebagai karunia yang sangat besar bagi kehidupan manusia karena dari alam manusia dapat mengambil manfaat bagi kehidupan, seperti :

a)      Tanah : untuk pertanian, perkebunan, mendirikan gedung, dan lalu lintas.

b)      Kekayaan hutan;

c)       Bahan-bahan tambang : minyak, macam-macam logam, dan batu bara;

d)      Air : prasarana transprotasi dan  pembangkit tenaga listrik;

e)      Kekuatan alam : tenaga listrik, uap gas.

  1. Faktor tenaga kerja

Faktor tenaga kerja sebagai faktor pokok yang berperan sangat penting dalam proses produksi yang dapat dibedakan menjadi dua :

a)      Tenaga kerja jasmani : tenaga pelaksana secara fisik, dalam proses produksi.

b)      Tenaga kerja rohani : faktor pikiran dipergunakan dalam proses produksi, misalnya merencanakan.

Tenaga kerja jasmani dapat dibedakan menjadi tiga macam :

a)      Tenaga kerja terdidik (skilled labour) : memerlukan pendidikan sebelumnya, misalnya operator computer

b)      Tenaga kerja terlatih (trained labour) : memerlukan latihan dan pengalaman praktis, misalnya sopir.

c)       Tenaga kerja tidak terdidik (unskilled labour) : tidak memerlukan pendidikan maupun latihan. Misalnya tenaga kuli.

  1. Faktor modal

a)      Pengertian modal

Menurut Drs. Sigit Purnomo, pengertian modal dapat dilihat dari tiga segi

1)      Dari segi pengusaha : modal adalah keseluruhan kekayaan yang terdapat dalam debit neraca, meliputi semua kekayaan yang berbentuk benda, maupun yang tidak berbentuk : goodwill dan hak cipta.

2)      Dari segi pembukuan : modal adalah semua kekayaan yang dikurangi utang.

3)      Dari segi hokum : modal adalah besarnya modal yang dicantumkan di dalam akte pendirian perusahaan yang dibuat/ditetapkan dimuka notaris.

b)      Macam-macam modal

Modal dapat dibedakan menjadi tiga macam :

1)      Modal tetap : dapat digunakan lebih dari satu kali produksi (tanah, gedung)

2)      Modal lancer : habis sekali pakai dalam proses produksi (bahan mentah)

3)      Modal variable : jumlah uang yang dipergunakan untuk membayar upah tenaga kerja.

Disamping macam-macam modal di atas, oleh Von Bohm Bawerk yang dikutip Prof. DR. Syamsuddin Mahmud, modal dibedakan menjadi dua.

1)      Modal masyarakat (social capital) : sebagai alat produksi untuk menghasilkan barang-barang lebih lanjut/ modal produktif.

2)      Modal individu : semua benda modal yang member pendapatan bagi pemiliknya yang merupakan sumber penghasilan baginya.

  1. Faktor skilled (keahlian)

Faktor skilled sangat penting dan menentukan dalam proses produksi, tenaga kerja tidak dapat berbuat banyak tanpa memiliki keahlian. Dengan skill maka proses produksi dapat diatur sedemikian rupa sesuai dengan apa yand diinginkan. Tidak hanya proses produksinya saja, tetapi faktor skill juga berperanan penting dalam mengatur organisasi secara keseluruhan.

Faktor skill ini meliputi :

a)      Managerial skilled : keahlian dalam memimpin dan mengatur.

b)      Technical skilled : yaitu keahlian di bidang teknik

c)       Organizational skilled : keahlian untuk mengatur berbagai tugas organisasi.

  1. Konsumsi dan distribusi
    1. Konsumsi

Menurut DR. Winardi, S.E., konsumsi adalah penggunaan akhir benda-benda serta jasa-jasa dalam memenuhi kebutuhan manusia. Sedangkan menurut Prof. DR. Syamsuddin Mahmud, konsumsi dalam arti ekonomi ialah tindakan-tindakan yang akhirnya menyebabkan berkurangnya atau lenyapnya kegunaan/faedah dari barang-barang dan jasa-jasa. Dari pengertian-pengertian di atas dapat diambil kesimpulan sbb :

Konsumsi adalah tindakan manusia untuk memakai atau menggunakan barang-barang dan jasa-jasa untuk memenuhi kebutuhannya. Pengertian konsumsi tersebut berhubungan erat dengan istilah : konsumen, barang-barang konsumsi, dan produsen. Sedangkan konsumen (consumer) adalah orang atau badan yang memakai atau menikmati barang/jasa.

Barang-barang konsumsi (consumer goods) adalah benda yang langsung digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Benda-benda konsumsi dibedakan menjadi benda-benda tahan lama, dan tidak tahan lama

Produsen adalahorang atau badan yang menghasilkan atau meningkatnkan nilai suatu barang dan/atau jasa.

  1. Distribusi

Perusahaan memproduksi barang dengan tujuan untuk dipasarkan dalam rangka memperoleh keuntungan. Suatu produksi tidak ada artinya jika tidak sampai ke tangan konsumen sehingga menghasilkan keuntungan.

Agar barang dari produsen sampai ke tangan konsumen, diperlukan jasa distribusi yaitu kegiatan untuk menyalurkan barang-barang dan jasa-jasa dari produsen ke konsumen.

Distribusi dapat dilakukan dengan dua cara yaitu :

a)      Langsung : tanpa melalui perantara.

b)      Tidak langsung : melalui lembaga penyalur

  1. Alasan-alasan memperbesar produksi

Tidak dapat dielakkan lagi bahwa semakin maju dan berkembangnya ilmu dan teknologi, budaya, menuntut kepada manusia untuk menyesuaikannya. Begitu pula dalam hal produksi harus selalu mengikuti perkembangan tersebut, sehingga ada beberapa alasan untuk memperbesar produksi, yaitu sebagai berikut :

1)      Bertambahnya jumlah penduduk, mengakibatkan bertambahnya kebutuhan terhadap barnag dan jasa.

2)      Perkembangan ilmu dan teknologi, mengakibatkan bertambahnya kebutuhan sarana maupun prasarana.

3)      Peralatan atau barang-barang konsumsi dan produksi setiap saat dapat merusak atau aus.

4)      Adanya usaha selalu meningkatkan kualitas kehidupan manusia.

  1. Cara-cara memperbesar produksi

Di atas telah dikemukakan bahwa untuk memperbesar produksi dapat dilakukan secara intensif dan ekstensif. Cara-cara tersebut tidak akan terlepas dengan faktor-faktor produksinya itu sendiri, yaitu dengan faktor alam, tenaga kerja, dan modal.

  1. Memperbesar produksi dengan faktor alam

a)      Secara intensif, misalnya dalam pertanian, dengan luas tanah yang tetap, produktivitasnya ditambah, seperti mempertinggi kulaitas benih padi, mengintensifkan pemakaian pupuk atau pemeliharaan dengan teknologi canggih.

b)      Secara ekstensif, dengan menambah luas tanah, misalnya dengan membuka lahan-lahan baru, seperti di luar Pulau Jawa masih sangat memungkinkan.

  1. Memperbesar produksi dengan faktor tenaga kerja

a)      Secara intensif, misalnya meningkatkan kualitas para pegawai memberikan tugas belajar, penataran-penataran, atau pendidikan dan latihan.

b)      Secara ekstensif, dengan menambah pegawai atau pekerja.

  1. Memperbesar produksi dengan faktor modal

a)      Secara intensif, misalnya dengan menambah waktu bekerja, seperti kerja siang malam

b)      Secara ekstensif, misalnya dengan menambah mesin-mesin baru.

  1. Sector-sektor produksi

Produksi yang dilakukan manusia meliputi beberapa sector, yaitu sebagai berikut :

  1. Ekstraktif : sector produksi dengan berusaha memperoleh barang-barang yang telah tersedia di alam semesta, misalnya perikanan, pertambangan.
  2. Agraris : mengolah tanah, seperti pertanian dan perkebunan.
  3. Industry : mengolah bahan-bahan mentah dan bahan pembantu menjadi barang setengah jadi atau barang jadi.
  4. Transportasi : memberikan jasa pelayanan untuk memindahkan barang-barang/orang-orang dari satu tempat ke tempat lain, jasa pengangkutan melalui udara, darat, laut, sungai
  5. Perdagangan : memasarkan barang-barang melalui pedagang besar, menengah, maupun pedagang kecil.
  6. Pelayanan jasa-jasa yang lain : perkreditan oleh bank, pertanggungan oleh asuransi, jasa penyimpanan oleh veem.
This entry was published on November 21, 2012 at 2:33 am. It’s filed under For Class and tagged . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Speak Your Mind

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: